Gus Rozin: Kemandirian dan Keragaman Pesantren Tidak Boleh Dikebiri Oleh RUU Pesantren

TasikmalayaRabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdatul Ulama (RMI NU) pusat, melakukan Silaturahmi bersama Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Tasikmalaya. Bertempat di Ponpes Bahrul Ulum KH. Bustomi Asrama Al-Mursyidi Mabda Takhosus pimpinan KH. Ahmad Munawwar Hidayatulloh, Kamis (24/01/2019) malam.

Ketua RMI NU, KH. Abdul Ghaffar Rozin mengatakan tujuan dilakukannya silaturahmi ini adalah penguatan eksisitensi dan kemandirian pesantren.

“Untuk Pesantren penyerapan APBN bukanlah tujuan, tapi yang terpenting Rekognisi atau pengakuan dari negara, bahwa pesantren telah hadir sebelum Nusantara ini hadir,” tutur Gus Rozin, sapaan akrabnya.

Menurutnya, sejauh ini seribu persen pesantren adalah swasta, tidak ada pesantren negeri, itulah kelebihan yang dimiliki pesantren.

Kendati lebih banyak mendengar, dalam kesempatan itu Gus Rozin juga menjelaskan peran RMI NU yang saat ini ia pimpin.

“Saat ini tugas kita, pesantren diarahkan dan didorong untuk mandiri, adapun RUU Pesantren tidak boleh menghilangkan identitas itu,” ungkap salah satu Staf Khusus Kepresidenan RI itu.

Kelebihan pesantren, tambah Gus Rozin, ada pada kemandirian dan keragamannya. Jangan karena adanya RUU Pesantren, pesantren jadi bergantung dan seragam. “Kemandirian dan Keragaman Pesantren tidak boleh Dikebiri oleh RUU Pesantren,” tegasnya.

Selain Gus Rozin, hadir dalam acara tersebut Habib Soleh (Wakil Bendahara RMI NU), KH. Cecep Ridwan (Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum), KH. Ate Musodiq (Ketua PCNU), Kyai Yayan Bunyamin (Direktur Aswaja Center), Jajaran Pengurus Ansor dan Rijalul Ansor serta para Putra Kyai [CP]

*Berita dilansir dari nahdloh.com

Leave Comments