Bopes; Subkultur Bonek Persebaya Berbasis Santri

Dapat dibayangkan, sepakbola tanpa kehadiran penonton di tepi lapangan, akan terasa hambar. Kehadiran mereka dengan segala bentuk dukungan dapat menyuntikkan tambahan semangat bagi para pemain yang berlaga.

Suporter sendiri berawal hanya dari kerumunan yang datang untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada tim andalan dan kesayangannya. Kemudian secara perlahan muncul kesadaran untuk berkumpul atau berserikat dalam sebuah wadah yang solid.

Suporter dan sepak bola hadir bukan hanya sebagai ajang ketangkasan dan hiburan semata. Suporter dan sepakbola kini menjadi sebuah komoditi yang mampu memobilisasi banyak orang, sehingga membentuk identitas baru dalam kehidupan masyarakat. Termasuk sepakbola dan suporter di dalamnya.  

Membahas hubungan club bola dan suporter di Indonesia, tentu kita langsung ingat nama-nama besar suporter club nasional. Sebut saja, Jack Mania (Persija Jakarta), Viking (Persib Bandung), Bonek (Persebaya Surabaya) dan lainnya.

Dari nama-nama suporter tersebut, mungkin ada salah satu nama yang paling dibenci masyarakat. Iya, mereka adalah Bonek (bondo nekat), mereka dikenal sebagai kelompok suporter yang suka rusuh, bahkan dibeberapa pemberitaan mereka kerab melakukan penjarahan.

Tetapi sesungguhnya Bonek adalah suporter yang mewarisi semangat jihad ala NU di 10 November 1945, berhjuang sampai titik darah penghabisan dengan kelengkapan seadanya. Namun yang umum diketahui masyarakat justru hanya sifat kerasnya. Hingga membuat citra bonek negatif.

Hal itu wajar mengingat dinamika suporter nasional. Tapi rupanya citra negatif itu membuat bonek sendiri merasa gerah, hingga beberapa supporter bonek membuat sebuah grup yang diberi nama Bopes atau (Bonek pesantren). Bopes merupakan gabungan dari penggemar Bonek yang berlatarbelakang santri pondok pesantren.

Bopes juga berkembang sebagaimana Bonek melalui kultur atau budaya. Kelompok ini tidak saja terbentuk secara organik yang disatukan oleh interaksi simbolik, seperti klub, logo, dan ragam nyanyian (chants) dukungan. Namun Bopes lebih dari hal itu.

<<Baca Selengkapnya>>

Leave Comments