RMI NU Berduka Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair dan H. Muhammad Sulton Fathoni

Jakarta. – Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) kembali berduka. Setelah sebelumnya pada hari Selasa (6/8), Mustasyar PBNU, KH. Maimoen Zubair meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Pagi tadi telah berpulang ke rahmatullah salah seorang Ketua PBNU, H. Muhammad Sulton Fathoni di Rumah Sakit Permata, Depok, Jawa Barat pada Kamis (8/8) dini hari pukul 00.30 WIB.

Kabar meninggalnya KH. Maimoen Zubair dan H. Muhammad Sulton Fathoni, membawa duka mendalam bagi NU. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua Pengurus Pusat Rabhitah Ma’ahid Islamiyah Nadlatul Ulama (PP RMINU), H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

“Kabar ini mengejutkan, baru dua hari yang lalu kita kehilangan guru sekaligus ulama panutan, Mbah Kiai Maimoen Zubair, hari ini kehilangan Kiai Sulton, semoga kita semua khususnya keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan” ungkap Gus Rozin, usai sholat jenazah, di kantor PBNU Jakarta.

Selain berbelasungkawa, Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan dalam Negeri tersebut juga meminta doa untuk almarhum. “Mohon doa dan Sholat Ghoib serta Fatihahnya untuk almarhum. Semoga khusnul khotimah,” tambahnya.

“Kami atasnama keluarga besar Pesantren NU, PP RMI ikut berduka cita atas meninggalnya Romo Kiai Maimoen Zubair dan Kiai Sulton Fathoni, semoga beliau berdua khusnul khotimah dan diterima segenap amal ibadahnya. Aamiin,” tutup Gus Rozin

Rencanya jenazah akan diterbangkan siang ini pukul 14.00 WIB menuju Lumajang. Jenazah akan disemayamkan di makam keluarga, Komplek Madrasah al-Munawwarah Jl. Citarum No. 38 Suko Jogoyudan Lumajang. [Dafit/BB]

Leave Comments