Keberlanjutan dan Profesionalisme Liga Santri Nusantara (LSN)

Keberlanjutan dan Profesionalisme Liga Santri Nusantara (LSN)
Oleh: Yudho Sasongko

LSN, — Diskursus yang sering mengiringi keberlanjutan sebuah liga adalah bermula dari pertanyaan, “Mampukah liga tersebut terus bergulir?”. Jawaban yang muncul merupakan salah satu parameter profesionalisme liga itu sendiri. Liga Santri Nusantara (LSN) sudah empat kali digelar dengan sukses. Kompetisi itu berturut-turut telah memberikan gelar juara kepada empat pondok pesantren dari tahun 2015 hingga 2018. Diharapkan Liga santri 2019 akan segera bergulir sebagai tanda keberlanjutan kompetisi sepak bola santri yang megah ini. Liga Santri Nusantara (LSN) ini termasuk dalam kategori kompetisi pembinaan di usia dini.

Tanpa melibatkan kehadiran pihak sponsor dan masyarakat industri maka akan terasa berat membiayai pembinaan sepak bola usia muda itu. Semakin banyak pihak dan sponsor yang terlibat dan tergabung maka itu semakin baik. Keterlibatan tersebut akan menjadi daya dukung yang kuat dan kokoh terhadap keberlanjutan sebuah liga. Liga Santri Nusantara (LSN) adalah salah satu upaya anak bangsa untuk mendukung PSSI dalam menyiapkan bibit-bibit unggul pesepakbola nasional.

Ada beberapa kompetisi liga yang terlihat terus berkembang dalam naungan PSSI seperti Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Satu lagi kompetisi liga sepak bola yang cukup potensial bagi pembibitan yaitu Liga Santri Nusantara (LSN). Kompetisi ini resmi bergulir pertama kali pada tahun 2015 lalu. Pada dasarnya sistim kompetisi itu memang lebih bagus digunakan daripada model turnamen untuk sebuah pembibitan pemain usia dini. Dengan sistim kompetisi pemerataan kesempatan dan repetisi permainan cukup tinggi.

Baca Selengkapnya

Leave Comments