Lewat Workshop Menejemen Keuangan Pesantren, RMI NU dan PT PGN Ingin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Riau, — Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren dirasa masih banyak mengalami kendala dalam pelaksanaan menejerial. Kendala itu, berkaitan dengan anggaran, akuntansi, penataan administrasi, alokasi serta kebutuhan pengembangan pesantren lainnya.

Hal tersebut disampaikan wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU), KH Masrur Ainun Najih, di pembukaan acara Workshop Manajemen Keuangan Pesantren yang diselenggarakan PP RMI NU bekerjasama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Desa Dayo, Kec. Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Sabtu (13/4/2019) siang.

“Tidak sedikit pesantren yang masih memiliki kekurangan sumberdaya dan tidak sedikit proses pendidikan pesantren berjalan lambat. Hal itu karena kurangnya penataan menejemen keuangan,” terang Kyai Masrur.

Baca juga: Gus Rozin Khawatir Generasi Milenial Belajar Agama dari Situs Internet yang Tidak Tepat

Untuk itulah, lanjut Kyai Masrur, PP RMI NU memandang perlu diadakannya Pelatihan Manajemen Keuangan Pesantren ini. Harapannya dapat peningkatan dan pengembangan sumber daya di pesantren untuk mensiapkan dan memfasilitasinya.

“Harapanya para peserta workshop dapat mendapatkan pengetahuan yang komperenshif dan implementasi di lingkungan pesantren masing-masing,” katanya.

Kyai Masrur menilai, lembaga pesantren akan dihadapkan pada tantangan yang semakin komplek. Apalagi, setelah rancangan Undang-Undang Pesantren disahkan dan disetujui. Salah satu konsekuensinya adalah pesantren dalam pengelolaan SDM dan manajerial harus mengikuti aturan-aturan yang telah ada.

“Mandiri secara politik dan budaya sangat tergantung pada kemandirian secara ekonomi. Dan untuk kemandirian secara ekonomi tidak terlepas dari pesantren untuk dapat mengembangkan dan mengelola keuangan secara akuntabel dan berani melihat peluang-peluang pengembangan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu,  perwakilan PT. PGN, Santiaji Gunawan, mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk hadirnya negara, dalam rangka meningkatkan kemampuan, kapasitas dan keahlian para santri di bidang manajemen keuangan.

“Kita buktikan sekolah dari pesantren yang ada di negeri ini, terutama yang ada di Rokan Hulu, adik-adik santri tunjukan kemampuan anda, bahwa anda punya kemampuan lebih, punya kemampuan unggul untuk bersama membangun bangsa ini,” terang Vice President Strategic Stakeholder Management PT. PGN itu.

Sebelumnya, PT PGN dan RMI NU juga telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan berbasis pesantren, yakni pelatihan pesantren bersih dan pesantren keren di Blora dan pelatihan pengembangan UMKM di Malang. [Zam]

Leave Comments