Gus Rozin: Pesantren Harus Melawan Ujaran Kebencian Di Media Sosial

Gus Rozin di Diskusi Milenial


Bandung, – Pesatnya perkembangan teknologi informasi-komunikasi, telah menyita perhatian banyak orang dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdhatul Ulama (PP RMI NU).

Menurut Gus Rozin, teknologi saat ini sudah sangat sulit dihindari, termasuk di pesantren. Oleh karenanya, kata Gus Rozin, penting diadakan edukasi penggunaan teknologi di lingkungan pesantren.

“Kalau memang di sekitar pesantren sudah banyak gadget, mungkin kita sudah harus menerima itu. Penerimaan tersebut bisa dengan memperkenalkan penggunaan media sosial melalui kultur dan struktur di pesantren,” ungkapnya, saat menyampaikan materi dalam Forum Diskusi Milenial dengan tema ‘Merajut dan Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan dan Keagamaan’ di pondok pesantren Al-Falah 2 Bandung, Rabu, 13 Maret 2019.

Baca juga: Pesantren Harus Ambil Kebijakan Di Era Digital

Staf Khusus President Bidang Keagamaan Domestik itu berharap penggunaan media sosial di kalangan pesantren dapat memberi manfaat. Tidak hanya sekedar berkomunikasi dan bersosialisasi, tetapi juga untuk media dakwah.

“Apalagi sekarang ini ada banyak orang menggunakan media media sosial untuk ujaran kebencian. Hal itu harus dilawan dengan membawa ajaran dan nilai-nilai islam yang rahmatan lil alamin ke dalam media sosial.”

“Saya berharap kita bisa mengembangkan cara pemanfaatan dan pengelolaan media sosial secara baik dan benar. Sehingga kita bisa merespon informasi yang beredar secara tepat; kalau baik kita pakai dan kalau salah kita abaikan, jika perlu kita respon dengan membuat wacana tandingan yang itu sejalan dengan ajaran islam ahlussunnah wal jamaah,” tambahnya.

Forum diskusi tersebut berlasung selama dua hari, 13 dan 14 Maret 2019, terselenggara berkat kerja sama antara RMI NU, Kominfo RI dan Pesantren Al Falah. Kegiatan pelatihan ini dihadiri utusan pengurus RMI NU, IPNU dan IPPNU serta admin website Nahdliyyin dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. [AD]

Leave Comments